Pages

Wednesday, September 26, 2012

Berpalinglah Ke Aku

Tidak! Tolong! Retak itu jangan kau perlihatkan!
Aku yang akan rapuh, aku yang tak bisa lihat bulir air matamu.
Aku mohon, jangan pernah menangis di hadapku.

Aku yang pernah melihat dirimu pecah.
Tersedu di bahuku untuk benamkan segala rasa gundah.
Apa kau kembali jatuh pada kesalahan yang sama.
Tertipu rasa, dikhianati cinta?

Aku tak habis pikir. Entah kenapa malaikat sepertimu pantas 'tuk menangis.
Tak berotakkah mereka yang hempaskan dirimu, dan membuat sayap indahmu menutup layu?
Tak bisakah mereka menjaga sebongkah ketulusan hati?
Atau seutas kepercayaan yang engkau beri?
Setega itukah mereka yang tinggalkanmu?

Pelupuk matamu sudah membulat. Membendung sekumpulan titik air mata yang siap tertumpah.
Baiklah!
Ini aku! Peluk saja aku! Menangislah.

Isakmu buatku menelan ludah. Aku kembali kaku tuk coba kuatkanmu
"Sudahlah, lupakan saja dia," dan "Sudah, sudah, jangan menangis lagi,"
Kalimat penenang yang coba kuberikan.
Semoga saja bisa menjadi morfin untuk menghilangkan rasa sakitmu.

Tak jemukah kau selalu terjatuh?
Menangis sendu di saat kau kembali tertampar pada kesalahan yang sama.
PUTUS! Putus dengan orang yang tidak tepat.

Cobalah untuk lebih bijak.
Terkadang tak butuh orang asing untuk kembali labuhkan hatimu.
Tak butuh orang lain untuk membalut segala luka perasaanmu.
Coba rasakan lebih dekat.

Orang yang mengertimu dan mengenalmu, orang yang mencintaimu dan rela untuk berikan segalanya padamu.
Seorang yang tak pernah jauh dari hadapmu.
Orang yang selalu tahan perasaannya hanya untuk lihatmu bahagia.
Tak memaksakan kehendak, hanya mencoba sabar tuk berikan hati untuk bertindak.

Hei, sayang!
Di saat kau menangis di pelukku.
Coba dengar suara di dalam hatiku.
Detak yang coba berikan pesan penting padamu.

Sesungguhnya dia ada di dekatmu | Tapi kau tak pernah menyadari itu
Dia selalu menunggumu | Untuk nyatakan cinta
Sesungguhnya dia adalah diriku | Lebih dari sekedar teman dekatmu
Berhentilah mencari | Karena kau t'lah menemukannya

"Sahabatku, aku sayang padamu. Tak perlu mencari orang lain lagi, aku disini siap untuk jadi kekasihmu," bisikku padamu lewat detak hatiku.


#nowplaying Akulah Dia - Drive

Friday, September 14, 2012

Terlambat, Sayang

Maafkan aku yang tak bisa lagi memaafkan ...

Tak perlu kau hancurkan diriku lagi
Buat apa lagi kepingan yang kini sedang kau rengkuh ?
Itu hanya selongsong hati tak berarti
Itu hanya bualan perasaan yang sebentar lagi akan terkuak dengan sendirinya.

"Yaudahlah ya sayang, dia itu cuma masa laluku, ngga usah takutin dia deh,"

I'm hangin' on your rope | Got me ten feet off the ground
And I'm hearin what you say | But I just can't make a sound

Kalimat yang membuatku tersenyum, entah harus kelu entah harus kaku.

Aku bertepuk tangan setelah kau bicara seperti itu. Pandangan dirimu dan dirinya terlihat tak percaya. Kejut tergambar jelas di wajah kalian berdua.
Aku harus pahami. Tusukan yang tak mengenakkan, permainan belakang yang selama ini selalu coba kuhindarkan dari kenyataan.
Aku harus jadi saksi pengkhianatan, entah sejak kapan kebohongan ini telah terjadi, tapi satu hal! Semua ini memuakkan!

You tell me that you need me | Then you go and cut me down | But wait
You tell me that you're sorry | Didn't think that I'd turn around | And say ...

"Nino, Nino!," kau coba cegahku untuk tak melangkah menjauh. "Gionino!," ucapmu kini.
Aku berhenti
"Ini ngga seperti yang kamu lihat, aku masih sayang kamu," ucapmu kelu.

Aku tersenyum kecut.
Sekali tak apa aku dibodohi, tapi...

I'd take another chance | Take a fall take a shot for you
I need you like a heart needs a beat | But it's nothin' new

Dahulu aku berikan kesempatan. Terlebih aku yang inginkan kelanjutan. Hanya tak ingin terhempas, tetap berjalan. Tapi, sepertinya harus terusik. Tak bisa abaikan, semuanya berujung pada satu perhentian.

That it's too late to apologize | It's too late
I said it's too late too apologize | It's too late

Tidak ada kesempatan ketiga. Sudah cukup. Kebodohan yang kuambil dahulu tak akan terulang.

"Aku minta maaf, Nino! Please," ucapmu seraya menahan tangis.

Sorry, darl. I'm not the donkey. Keledai saja mungkin takkan mau jatuh di lubang yang sama. Tak ada lagi kesempatan. Maafkan.
Ini bukan karena aku tak lagi punya perasaan. Tapi aku tak bisa lagi memaafkan sebuah keteledoranmu dalam menjaga kesetiaan.

Aku tetap sayang kamu, tapi hatiku akan berontak bila tetap bersamamu. Rasa percayaku sudah terkoyak.

I loved you with a fire red | Now it's turnin' blue


Apologize - One Republic is playing in the air.

Halo, Salam Kenal :)

Halo Virna Dhestira P ( @virnaaaap )

Namamu tertulis selembar kertas ini seperti itu, jadi sepertinya tak apa ya bila aku menulisnya seperti itu.
Awalnya aku ucapkan Selamat Datang di dunia barumu, dunia yang menuntut kamu harus dewasa lagi, dunia perkuliahan. Selamat datang di Universitas Gunadarma, khususnya di Fakultas Ekonomi!

Gunadarma!!! Kamu... Kamu... Kamu
Ekonomi!!! Istimewa

Jargon di atas sepertinya harus dihapal mati ya! Agak cukup capai juga loh meneriakkan kalimat itu untuk menyemangati kalian *curcol*, tapi tak apa yang penting kalian semua semangat.

Okay, mari kita tutup prolog tulisan ini.

***

Jam - jam terakhir PPSPPT sepertinya yang paling ditunggu - tunggu ya. Semua anak - anak maba ingin pulang. termasuk kamukah (?).
Dan tugas love letter yang sedari awal sudah ditetapkan harus dijalankan. Barisan panitia yang wajib disalamipun sudah berjejer (including me).

Entah kamu yang mana. Tapi yang pasti suratmu sudah ku terima dan telah dibaca. Terima kasih banyak ya sudah menuliskannya untukku.

Tak haruskan kakak membocorkan isi suratmu? Tapi yang pasti your wish in your letter was succeed, aku senyum manis kok membaca suratmu as you wish.
Then, you wrote about exotic face, ehm thanks a lot ya. Terima kasih atas pujiannya.
Terima kasih for all your compliment. Balasan surat ini tak seberapa. Anggap saja ini sebagai regard buatmu yang sudah menuliskan surat kepada kakak MC PPSPPT Fakultas Ekonomi Kalimalang Periode 2012/2013.

Oh iya satu lagi, terima kasih ya bila hati kamu berdebar - debar (beneran). hhe :D

If you want to know me better, you can catch me at campus. Atau misalnya kamu mau lebih dekat sama kakak-kakak yang lain. Sapa saja dan ajak mereka ngobrol, mereka semua ramah kok. :)

Sekian balasan love lettermu ya.
Memang bukan dalam bentuk surat, tapi dalam kumpulan beberapa narasi.
Semoga senang membaca balasan ini.

Terima kasih Virna,
Salam kenal :)

Saturday, September 8, 2012

Jaga Dia, Tuhan

Ku melangkah ditemani bulan yang terlihat jumawa di atas sana. Terlihat angkuh menertawai sosok yang berjalan tertunduk. Mungkin dia pikir, di atas sana dirinya dapat mengintip seorang yang kini sedang terlintas di pikiranku. Aku hanya menggeleng. Andaikan saat ini aku dapat berteriak lantang meminta, aku hanya meminta satu. Tunjukkan saja raganya di depanku. Aku rindu dia.

Aku terduduk di sebuah bangku panjang. Pinggiran jalan ini sepertinya akan menjadi teman singkatku malam ini. Aku memasang headset yang sudah tersambung di handphone ke telingaku. Mencari - cari playlist favoritku di situasi seperti ini. "Suaramu" sesederhana itu aku namakan folder voice notes ini. Aku mulai mainkan satu persatu rekaman tersebut, dan kontan langsung menggetarkan hatiku. God, aku rindu dia.

A lonely road, Crossed another cold state line
Miles away from those I love
Purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can't help but wish that I was there
Back where I'd love to be

There's nothing here for me on this barren road
There's no one here while the city sleeps
And all the shops are closed
Can't help but think of the times I've had with you
Picture and some memories will have to help me through

Aku tersenyum getir. Suaranya makin terdengar lembut di telingaku. Entah otomatis menjalar ke hatiku apa tidak, tapi yang pasti hati ini berontak meminta dirinya hadir. Tetap dengan voice notes dirinya yang terus terlantun, aku kembali ke gallery handphoneku, memilih picture sebagai perhentian berikutnya.
Darn! Aku terenyuh. Kombinasi suara dan gambar dirinya tambahkan diriku jatuh dalam peliknya kerinduan.

Paris - Jakarta! Kenapa begitu jauh sih? Protesku entah kepada siapa.

Dear God the only thing I ask of you
Is to hold her when I'm not around
When I'm much too far away
We all need that person who can be true to You

Kegetiran lengkungan bibirku makin menjadi ketika mendapati fotoku bersama dia. Entah hati memaksa untuk menangis, tapi mata menolak untuk menyetujui proposal keinginannya. Air mataku tertahan, tapi hatiku yang bersedih. Terlalu lelah untuk menahan rindu mungkin

I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again, Oh no! Once again.

2 minggu lalu dari malam ini adalah hal terburuk bagiku, tapi (mungkin) terbaik baginya. Kalimat selesai harus aku sampaikan kepada dirinya. Dengan kalimat yang aku rangkaikan sedemikian rupa. Aku tuliskan pesan kepadanya.

"Paris - Jakarta buatku terlalu jauh sayang.
Bukannya aku tak bisa menjaga komitmen .
Tapi aku bukan orang yang suka menunggu.
Aku akan selalu sayang kamu, aku cinta kamu.
Mulai saat ini kamu boleh untuk tak usah pikirkanku lagi.
Maaf ini harus berakhir. Mungkin kalau kamu pulang nanti kita bisa bersama lagi.

your love,

S"

Thanks for Paris - Jakarta. Kau sudah sadarkanku. Bahwa aku bukanlah orang yang cukup kuat untuk melawan kalian. Kalian, Jarak dan Waktu.

Saat dia pulang, aku hanya berharap dia akan kembali.

Dear God the only thing I ask of you, is to hold her when I'm not around


#nowplaying Dear God - Avenged Sevenfold